PERANCANGAN
PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ( GENDER &
TIK )
Disusun
oleh
Febby
Septiana
Nim:
19005014
Jurusan
pendidikan luar sekolah
Fakultas
ilmu pendidikan
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
Pemanfaatan
atau pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam program PLS
tidak terlepas dari peran sumber daya manusia sebagai pengelolanya. Sumber daya
manusia memegang peranan penting dalam pengelolaannya, baik dalam proses
perancangan, pemanfaatan maupun evaluasi. Oleh karena itu, penyiapan sumber
daya manusia dalam pengelolaan TIK sangat diperlukan agar dapat mencapai tujuan
secara efektif dan efisien. Kesiapan SDM dalam mengelola teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) untuk program PLS merupakan syarat bagi seluruh
peserta untuk mempersiapkan diri bersama. Mencapai tujuan yang diinginkan.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi adalah bidang yang paling mendapat perhatian dan
digeluti banyak pihak. Terutama internet, yang pertumbuhannya menjadi fenomena
di hampir semua Negara. Bagi pemula, TIK memberikan kesempatan berwiraswasta
dan juga kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan , yang biayanya termasuk murah.
Internet juga dianggap memberdayakan perempuan, yang merupakan setengah
penduduk suatu negara, bahkan memberikan kemudahan untuk bekerja di tempat
sendiri/ dirumah. ( The world bank , Gender & Development Group bulletin,
February 2002 , “ICT and Gender” )
Karena
teknologi ini begitu maju dan mempunyai
kekuatan besar, sehingga dapat menjembatani kesenjangan digital, dan bahkan
mengakibatkan teknologi menjadi semakin
murah, sehingga teknologi ini diharapkan akan sangat bermanfaat bagi kaum
miskin. Tetapi jika teknologi TIK ini
tidak dengan cepat mengikutsertakan kaum
marjinal dunia dengan memberikan manfaat utama bagi mereka,
maka kaum marjinal akan semakin terpinggirkan. Dan karena dinegara
berkembang kaum marjinal sebagaian besar adalah perempuan, maka kecuali dilakukan usaha untuk menghilangkan kesenjanagan, akan
ada resiko bahwa TIK justru akan memperbesar kesenjangan gender dan dampak
positif dari TIK justru tidak akan tercapai.
Permasalahan
gender muncul apabila kebutuhan khusus untuk perempuan tidak terpenuhi,
misalnya kebutuhan untuk pendidikan atau kesehatan sebagai kebutuhan khusus
untuk perempuan. Sebagai contoh, kebutuhan kesehatan untuk para ibu dan anak
bagi desa yang terpencil, sedangkan infrastruktur TIK tidak bisa mencapainya,
ataupun ada kesempatan untuk mengalokasikan infrastruktur TIK kedesa tersebut,
tetapi hal ini tidak diputuskan demikian oleh para pengambil keputusan
ditingkat tersebut , misalnya karena sebagian besar laki lakilah yang mengontrol
budget. Isu gender akan muncul jika masyarakat menyadari bahwa ketidak setaraan
adalah salah, tidak bisa diterima, dan tidak adil. Realisasi ini mungkin muncul
apabila kesenjangan gender cukup besar, dan apabila perempuan sadar akan hak
asazinya dan haknya akan demokrasi. Sebagai contoh, dinegara Afrika yang
patriarchal, ketidak adilan sebagian besar adalah terhadap perempuan, dan akan
sangat sulit untuk membuat kesetaraan gender sebagai isu jika tidak ada
dukungan dari publik disana.
Perhatian
dan perlakuan terhadap perempuan dalam industri dan bidang TIK juga perlu dipadukan
dengan perhatian terhadap jenis kelamin lain (laki-laki), oleh karena itu perlu
juga memasukkan metode berdimensi sosial ke dalam departemen model pengambilan
keputusan yang mempengaruhi perempuan TIK. Sebuah kebijakan gender
transformatif akan berusaha untuk mengubah ketidaksetaraan yang ada. Masih
diperlukan kebijakan gender yang spesifik untuk melindungi satu gender
(perempuan) dari gender lain (laki-laki) untuk mencapai tujuan akhir tersebut
di atas, yaitu negara dan rakyat yang lebih sejahtera. Pada saat yang sama,
kebijakan netral gender tidak akan melihat adanya perbedaan/diskriminasi
gender. Kebijakan gender transformatif memberi perempuan alat pemberdayaan yang
memberi mereka kesempatan dan kontrol TIK, menentukan jenis TIK apa yang mereka
butuhkan, dan merangkum mereka dalam mendukung perempuan untuk mencapai tujuannya.
Good job 🌻🌻
BalasHapus